Header Ads

Analisa Fundamental PT. Ekadharma International, Tbk.


Saya akan menulis tentang analisa fundamental lagi. Sebelumnya saya membahas perusahaan tower IBST. Kali ini saya akan membahas PT. Ekadharma International, Tbk. (EKAD). Seperti apa perusahaan ini?


Model bisnis: produsen pita perekat (lakban/selotip/isolasi)
Semua tau pita perekat kan? kita biasa menyebutnya dengan lakban, selotip, atau isolasi. Pita perekat ini termasuk barang yang wajib dimiliki dimanapun, baik itu di rumah, sekolah, kantor, pabrik, atau dimanapun. Ini bukan kebutuhan paling mendasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Tetapi kita sering bingung mencari barang ini pada saat kita membutuhkannya. Jadi, barang yang diproduksi oleh EKAD ini cukup penting keberadaannya sebagai perlengkapan yang wajib kita miliki.


Produknya pun bermacam-macam. Tidak hanya sekedar lakban atau selotip yang sering kita jumpai sehari-hari. Produknya mulai dari Stationery Tape (selotip umum), OPP Tape (selotip untuk pengemasan), Aluminium Foil Tape, lem cair, lem super, dan lain-lain. Daftar produk selengkapnya bisa dilihat di sini. Mereknya yang utama adalah Daimaru. Mereka lainnya yaitu Superfix dan Ekatape. Daimaru terdengar seperti merek dari Jepang. Tetapi tidak, ini adalah produk asli buatan Indonesia. Kalau anda menemukan lakban/selotip dengan merek Daimaru di toko, itulah produk EKAD.

Kalau anda cinta produk Indonesia, belilah lakban, selotip, atau lem yang bermerek Daimaru, Superfix, atau Ekatape. Yang paling banyak tersedia di toko adalah merek Daimaru. Atau mungkin anda juga memang sering menggunakan lakban Daimaru. Menurut saya Daimaru ini produk yang bagus kualitasnya. Saya pernah iseng-iseng membandingkan lakban Daimaru dengan merek lain. Harga sama tapi lakban merek Daimaru lebih tebal dan bagus dari merek lain. Motto dari merek Daimaru "for the quality" memang terbukti dengan kualitas produk Daimaru yang bagus.

Untuk prospek ke depannya, potensi pertumbuhan EKAD mungkin tidak akan terlalu tingi karena produk lakban ini sudah menjadi barang yang sering ditemui dimanapun. Tetapi tetap masih ada potensi pertumbuhan yang cukup bagus. Karena distribusi produk EKAD masih belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Terutama di Indonesia bagian timur. Dan juga bukan tidak mungkin produk EKAD akan terus merambah ke luar negeri. Salah satu yang sudah dilakukan yaitu distribusi ke Malaysia melalui anak usahanya Visko Industries, Sdn. Bhd. Dan juga bukan tidak mungkin produk EKAD akan menggeser produk lain seperti produk dari Jepang dan China sehingga EKAD bisa memperbesar pangsa pasar dan meningkatkan penjualan dan laba.

Manajemen perusahaan
Saya sempat menghadiri RUPS EKAD tanggal 24 Mei yang lalu di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat. Itu adalah pertama kalinya saya mendatangi RUPS. Pemegang saham yang datang hanya sedikit sekitar 10 orang. Ada makanan yang enak, tapi hanya sedikit yang datang. Mubazir itu makanan. Saya hanya diam dan memperhatikan saja. Diam karena memang sepi, juga karena pertama kalinya ikut RUPS, juga karena  kagum dengan tempatnya. Tapi di situ ada salah satu pemegang saham yang rutin datang RUPS. Dia sudah memegang saham EKAD sejak dia belum menikah sampai punya dua anak sekarang.

Saat ia bertanya mengenai kenapa dividen yang dibagikan hanya sedikit persentasenya dari laba perusahaan. Direktur utama, Pak Judi Leonardi menjelaskan bahwa pembagian dividen itu adalah komitmen perusahaan. Tidak ada patokan harus membagikan dividen berapa persen dari laba. Tetapi yang jelas dividen pasti dibagikan. Lalu beliau menambahkan, untuk saat ini perusahaan sedang fokus menggunakan laba perusahaan untuk perbaikan dan penambahan kapasitas pabrik dan gudang. Karena pabrik dan gudang sudah berumur 10 sampai 20 tahun dan sudah overload.

Manajemen EKAD ini konservatif dalam menjalankan bisnisnya. Mereka hanya memproyeksikan pertumbuhan kecil dalam penjualan dan laba di tahun depan. Mereka juga lebih berfokus pada kualitas total mereka, seperti yang kita ketahui mereka fokus memperbaiki pabrik dan gudang. Walaupun konservatif, mereka tetap ekspansif. Saat ini perusahaan sedang terus memperlebar jaringan distribusi di Jawa, Bali, Sumatra dan Kalimantan. Dan dalam jangka panjang EKAD akan memperlebar jalur distribusi ke Papua dan Indonesia bagian timur lainnya.


Perusahaan memiliki Visi, misi, dan strategi perusahaan yang bagus. Struktur organisasi sama seperti perusahaan pada umumnya. Tata Kelola Perusahaan juga bagus. Perusahaan memiliki sertifikat ISO 9001:2008 yang membuktikan bahwa manajemen memiliki sistem kualitas yang bagus, sistem kualitas standar internasional. Selain itu, perusahaan mendapatkan penghargaan Superbrands dan Top Brands yang menunjukkan kualitas merek Daimaru yang bagus. Dan juga perusahaan terpilih sebagai salah satu perusahaan terbaik dari 50 perusahaan terbaik di Indonesia versi majalah Forbes Indonesia sejak tahun 2012 sampai sekarang.

Kinerja perusahaan
Bagaimana kinerja EKAD selama 5 tahun terakhir?


Pertumbuhan penjualan dan laba cukup bagus dan konsisten. Mengingat produk yang sederhana. Pertumbuhan sebesar dua digit ini terbilang bagus. Produknya mungkin terkesan membosankan, hanya jualan lakban. Tapi tetap memiliki pertumbuhan yang menarik. Pertumbuhan 25% per tahun untuk produk yang membosankan adalah hal yang menarik. Dan yang terpenting konsisten. Sehingga bisa dipastikan perusahaan masih akan terus bertumbuh di masa depan.

Dari segi profitabilitas, marjin kotor lumayan tinggi yaitu sebesar 34%. Marjin laba bersih yang juga cukup bagus. Walaupun sejak tahun 2012 sampai 2015 marjin laba bersih selalu di bawah 10%. Tetapi kenaikan marjin laba bersih menjadi 15% di tahun 2016 menandakan bahwa ada peningkatan efisiensi oleh perusahaan. Ini adalah pertanda bagus yang artinya perusahaan semakin menguntungkan dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu, perusahaan menghasilkan laba dibanding ekuitas (ROE) yang tinggi dan konsisten, selalu di atas 15% tiap tahunnya. Ini juga hal yang paling penting. Karena dengan ROE yang tinggi dan juga konsisten. Bisa dipastikan bahwa perusahaan akan semakin bertumbuh dengan baik.

Lalu mari kita lihat posisi keuangan EKAD.


Rasio-rasio di atas menunjukkan bahwa EKAD memiliki posisi keuangan yang kuat. Dengan rasio lancar setiap tahun selalu lebih besar dari dua. Yang artinya tiap tahun jumlah aset lancar EKAD jauh lebih besar daripada hutang lancar. Rasio cepat dan kas juga bagus. Dan pada tahun 2016 rasio kas 1,37 yang artinya uang kas yang dimiliki perusahaan bisa untuk membayar seluruh hutang lancar perusahaan.

Untuk rasio hutang sendiri juga bagus. EKAD hanya memiliki sedikit hutang. Dan tiap tahun hutangnya selalu menurun dengan DER hanya sebesar 0,19 pada tahun 2016. Yang artinya perusahaan hanya memiliki total hutang 19% dari jumlah modal (ekuitas). Begitu juga dibandingkan dengan aset, total hutang hanya sebesar 16% dari jumlah aset. Dan perusahaan hampir tidak memiliki hutang jangka panjang. Ini menandakan bahwa posisi keuangan EKAD kuat.

Selanjutnya kita lihat arus kas perusahaan.


Sejak tahun 2012 sampai tahun 2016 arus kas dari aktivitas operasi selalu positif. Hanya di tahun 2014 mengalami penurunan drastis. Tapi di tahun 2015 langsung naik drastis yang artinya kas yg harusnya diterima di tahun 2014 baru diterima di tahun 2015. Ini menunjukkan bahwa penerimaan arus kas operasi sejalan dengan penerimaan laba bersih perusahaan. Ini adalah hal yang bagus yang menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar menghasilkan uang dari bisnisnya tidak hanya sekedar laba yang tercantum di laporan laba rugi.

Lalu untuk arus kas investasi, perusahaan selalu belanja modal tiap tahun dengan jumlah yang cukup besar. Dan pada tahun 2016 perusahaan mengeluarkan uang untuk belanja modal lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang dijelaskan oleh Direktur Utama bahwa mereka akan menggunakan laba bersih untuk memperbaiki pabrik dan gudang. Ini hal yang bagus yang menandakan bahwa ada peningkatan kualitas perusahaan. Dari sisi arus kas hutang, perusahaan sedikit mendapatkan hutang di tahun 2013 dan 2014. Namun pada tahun 2015 perusahaan banyak membayar hutang perusahaan yang menyebabkan penurunan hutang yang drastis. Ini menandakan bahwa perusahaan semakin sehat.

Pembagian dividen
Perusahaan selalu rutin membagikan dividen sejak tahun 2012 sampai sekarang. Jumlah pembagian dividen tidak meningkat secara signifikan sampai tahun buku 2015. Lalu, rasio pembagian dividen di tahun 2016 menurun menjadi 12% dari laba bersih dibandingkan dengan rasio pembagian dividen di tahun 2015 sebesar 15% dari laba bersih. Namun jumlah dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2016 meningkat secara drastis menjadi Rp. 11 miliyar jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata sebesar Rp. 6 miliyar tiap tahun. Ini karena ada peningkatan laba bersih yang tinggi di tahun 2016. Ini adalah hal yang bagus bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk membagikan dividen. Walaupun jumlahnya sedikit jika dibandingkan dengan laba bersihnya. Tapi itu adalah hal wajar mengingat perusahaan fokus untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

Valuasi saham
Saat ini saham EKAD diperdagangkan pada harga Rp. 695,- per saham. Dengan laba per saham (EPS) tahun 2016 sebesar Rp. 126,- per saham. Maka harga dibanding EPS (PER) adalah sebesar 5,53 - artinya harga saham sebesar 5 kali lipat laba. Dan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp. 847,- per saham. Maka harga dibanding  BVPS (PBV) adalah sebesar 0,82 - artinya harga saham sebesar 82% dari modal pemilik/nilai buku. Jadi, harga saham EKAD termasuk kategori murah (PER<15 dan PBV<1,5)

Untuk valuasi lebih lanjut kita gunakan valuasi metode Ben Graham, arus kas terdiskon (DCF), PER dibanding pertumbuhan (PEG) dan menentukan target harga dengan Clean Surplus Accounting.


Semua metode valuasi menunjukkan bahwa harga saham lebih murah dari harga wajarnya (undervalued). Harga wajar dengan metode Graham adalah sebesar Rp. 2.656,- per saham yang memberikan potensi keuntungan sebesar 274% dari harga Rp. 710,- per saham. Dengan metode DCF harga wajarnya sebesar Rp. 1.805,- per saham yang memberikan potensi keuntungan sebesar 154% dari harga Rp. 710,- per saham. Dan rasio PEG sebesar 0,25 yang artinya ini termasuk kategori murah, PEG lebih kecil dari 1. Lalu dengan menggunakan metode Clean Surplus Accounting, dengan asumsi ROE sebesar 19%, laba ditahan sebesar 85%, dan rata-rata PER sebesar 6,9 maka target harga untuk 5 tahun ke depan adalah sebesar Rp. 1.316,- per saham dan sebesar Rp. 2.790,- per saham untuk 10 tahun ke depan. (NB: Target harga ini lebih konservatif dibanding dengan target harga IBST yang mencapai 2.000%, ini karena asumsi ROE, laba ditahan, dan PER yang kecil. Target harga ini ditentukan oleh asumsi-asumsi tersebut). Walaupun target harga konservatif dan tidak mencapai 1.000% (tenbagger) namun target harga tersebut lebih yakin bisa tercapai mengingat ROE selalu konsisten selama 5 tahun terakhir.

Kesimpulan
Jadi, kesimpulannya adalah sebagai berikut:
  1. Model bisnis sederhana dengan kualitas produk Daimaru yang bagus dan unggul. Prospek bisnis konservatif namun pasti bertumbuh.
  2. Perusahaan memiliki sistem manajemen yang bagus. Manajemen yang konservatif namun efektif. Dan salah satu dari 50 perusahaan terbaik di Indonesia
  3. Kinerja perusahaan selama 5 tahun terakhir bagus. Pertumbuhan dan profitabilitas tinggi dan konsisten. Posisi keuangan kuat. Arus kas sehat.
  4. Perusahaan selalu membagikan dividen rata-rata sekitar 15% dari jumlah laba.
  5. Dari semua metode valuasi, harga saham masih dibawah harga wajar (undervalued) dan dengan target harga konservatif namun pasti.
Jadi, seperti itulah analisa fundamental saham PT. Ekadharma International, Tbk. Saya akan terus menambah saham EKAD selama harganya masih dibawah harga wajar. Pergerakan harga yang cenderung stagnan memberikan kesempatan besar untuk terus menambah kepemililkan saham ini. Dan saya bisa katakan bahwa saya akan terus memegang saham ini sampai tua karena produknya selalu dipakai untuk berbagai macam hal.

Seperti biasa ini hanyalah opini pribadi penulis dan bukan merupakan ajakan untuk membeli saham ini. Selalu lakukan analisa anda sendiri sebelum melakukan keputusan untuk membeli saham atau membuat keputusan investasi lainnya.

Cukup sekian tulisan kali ini. Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

3 comments:

  1. Analisis yg bagus bro, saya juga punya EKAD di avg 689. Untuk diskusi mengenai analisis fundamental bisa join grup telegram https://t.me/joinchat/AAAAAA5KWpa1xkATLVjT9A

    ReplyDelete
  2. Bro dapat souvenir ga habis RUPS EKAD? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga dapet souvenir sih. Cuma dapet buku, pulpen, sama buku Laporan Tahunan. Itu doang oleh2nya.. Hehe

      Delete

Powered by Blogger.