Header Ads

Portofolio Saya : Perjalanan Masih Panjang


Halo teman-teman pembaca setia blog Investment Student. Kali ini kembali lagi saya membahas cerita tentang portofolio saya. Seperti biasa, setiap tiga bulan sekali saya akan bercerita tentang perjalanan investasi saya. Dengan membagikan cerita tentang portofolio, harapannya adalah kita bisa sama-sama belajar bersama dari waktu ke waktu. Karena pengalaman adalah guru yang paling berharga. Kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi di masa lalu dan terus menerus meningkatkan kapasitas diri. Di grup telegram Analisa Fundamental Saham juga kita sering berbagi cerita portofolio masing-masing agar kita bisa saling belajar. Silahkan bergabung di grup telegram Analisa Fundamental Saham untuk diskusi bersama kami.

Tidak terasa sudah satu tahun saya berinvestasi di pasar modal. Saya mulai berinvestasi pada tanggal 10 Januari 2017. Saya mulai membuat Rekening Dana Investor (RDI) beberapa hari dan prosesnya selesai pada tanggal tersebut. Lalu saya mulai menyetorkan sejumlah uang dan saham pertama yang saya beli adalah saham PT. Selamat Sempurna, Tbk. (SMSM). Lalu selanjutnya saya terus mencari-cari saham apa yang bagus, sambil terus menerus belajar dari buku, blog, forum, grup, dan sebagainya.


Waktu terus berjalan dan saya selalu belajar dan terus belajar karena tidak ada jalan lain untuk sukses selain dengan belajar. Dan saya sangat menikmati proses belajar tersebut. Belajar saham seakan sudah menjadi hobi baru saya layaknya main game online. Salah satu motivator Billy Boen mengatakan bahwa salah satu kunci sukses adalah do what you love, love what you do. Ya, kalau kita melakukan pekerjaan dari apa yang kita senangi maka kita akan menikmati segala prosesnya. Bahkan tanpa dibayar pun kita tetap mau melakukan pekerjaan tersebut. Karena yang namanya hobi pasti kita senang melakukannya. Malah terkadang justru kita menghabiskan uang untuk sebuah hobi. Jika kita senang dan ikhlas melakukan suatu pekerjaan, maka pekerjaan tersebut akan maksimal dan memberikan hasil yang memuaskan. Saya merasa belajar saham sudah menjadi hobi saya dan semoga saya bisa sukses berinvestasi di pasar modal. Amiin.

Bisa dibilang tahun pertama saya dalam berinvestasi saham merupakan pengalaman yang luar biasa. Banyak ilmu yang saya dapatkan dan langsung saya praktekkan. Banyak berkenalan dengan teman-teman baru dan berdiskusi tentang saham dengan banyak orang. Walaupun keuntungan yang saya dapatkan dari investasi sangat kecil (karena modal saya juga kecil), tapi banyak hal yang saya dapatkan selain uang. Saya mendapatkan hal berharga yang tidak dapat dibeli dengan uang. Ya, teman baru dan ilmu baru adalah hal berharga yang tidak dapat dibeli dengan uang. Saya senang bertemu dengan orang-orang baik yang mau berbagi ilmunya. Mulai dari forum Stockbit, lalu beberapa grup seperti grup Syariah Saham, Demokrasi Saham, Analisa Fundamental Saham dan No Worry Investment.

Kinerja Portofolio vs. IHSG
Di tahun 2017 ini, IHSG masih melanjutkan tren bullish alias kenaikan harga yang cukup tinggi. Selama setahun IHSG tumbuh sekitar 20%. Angka Rp. 6.000,- sudah ditembus dan terus naik sampai Rp. 6355,65 pada penutupan perdagangan 29 Desember 2017. Portofolio saya juga tumbuh tinggi dan tidak kalah dengan IHSG.


Nilai Aset Bersih (NAB) portofolio saya tumbuh dari Rp. 1.000,- di awal tahun menjadi Rp. 1.779,38 di akhir tahun atau tumbuh sebesar 77,9%. Pertumbuhan sebesar lebih dari 50% merupakan pertumbuhan yang fantastis. Saya sangat bersyukur di tahun pertama ini saya bisa mendapatkan pertumbuhan portofolio sebesar itu. Ya walaupun modal saya sedikit (hanya cukup untuk beli bakso) tapi persentase pertumbuhan setinggi itu patut disyukuri. Dan ini membuat saya yakin bahwa prinsip Value Investing pasti bisa membuat kita sukses berinvestasi saham. Walaupun ajaran Value Investing merupakan ajaran yang kuno dan 'jadul' tapi bukan berarti ajaran tersebut ketinggalan jaman dan sudah tidak relevan. Nyatanya, saya mendapatkan keuntungan yang tinggi karena menerapkan prinsip Value Investing. Saya yakin prinsip Value Investing akan tetap relevan dan bisa diterapkan sampai kapanpun.

Seperti yang sudah saya ceritakan di artikel Portofolio Saya : Untung Besar dari IBST, saya mendapatkan keuntungan besar dari saham PT. Inti Bangun Sejahtera, Tbk. (IBST) sehingga porto saya di bulan Agustus tumbuh 36,1%. Tapi sayangnya saya menjual terlalu cepat di harga Rp. 4.800,-. Ini merupakan kesalahan karena saya tidak sabar memegang saham IBST. Kalau saya sabar sedikit lagi saja, keuntungan yang saya dapatkan bisa jauh lebih tinggi lagi. Itu merupakan sebuah pelajaran bahwa ketika kita menemukan satu saham yang bagus dan benar-benar kita yakini, kita harus tetap pegang saham tersebut dan jangan dilepas selama kondisi fundamental bisnisnya tidak banyak berubah. Tapi saya juga bersyukur bisa merasakan keuntungan yang besar dari saham IBST.

Setelah itu, saham yang memberikan keuntungan tinggi di portofolio saya adalah saham PT. Mitrabahtera Segara Sejati, Tbk. (MBSS) dan PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk. (MBAP). Seperti yang sudah saya ceritakan di Portofolio Saya : Belajar dan Terus Belajar, dua saham tersebut merupakan saham yang mendominasi portofolio saya. Dan pada bulan Oktobar kedua saham tersebut harganya naik tajam. MBAP naik dari Rp. 2.200,- pada saat saya beli, menjadi Rp. 3.660,- di akhir Oktober. Dan MBSS naik dari Rp. 396,- pada saat saya beli, menjadi Rp. 650,- di akhir Oktober. Sehingga portofolio saya tumbuh sebesar 92,8% di bulan Oktober sejak awal tahun. Saya tidak menjual kedua saham tersebut pada titik tertingginya karena belajar dari kesalahan IBST. Tapi akhirnya saya menjual semua saham yang ada di portofolio saya karena saya membutuhkan uang tersebut untuk beli buku, ikut seminar, dan sebagainya.


Saham-saham yang memberikan keuntungan besar memang merupakan saham yang sesuai dengan prinsip Value Investing. Walaupun tidak semua saham yang ada di portofolio menghasilkan keuntungan yang besar, tapi beberapa saham yang memberikan keuntungan besar sudah cukup berhasil membuat portofolio saya tumbuh 77,9% tahun ini. Peter Lynch juga mengatakan bahwa pilihan-pilihan saham kita belum tentu benar semuanya. Tapi apabila 4 dari 6 pilihan saham kita benar sudah cukup memberikan keuntungan yang besar.

Disiplin, konsisten dan tidur nyenyak
Dari bulan November sampai akhir Desember, saya mengosongkan portofolio dan hanya tersisa satu saham PT. Bumi Citra Permai, Tbk. (BCIP) lalu saya jual lagi di akhir Desember. Saya mulai menabung dari awal lagi di tahun 2018. Saat ini hanya satu saham yang ada di portofolio saya yaitu MBAP. Sebenarnya saham-saham pilihan saya tidak banyak berubah sejak artikel pertama tentang portofolio saya. Karena investasi saham itu untuk jangka panjang, jadi kita harus memilih saham yang benar-benar bisa dipegang dalam jangka panjang. Hanya saja, modal saya yang sedikit saat ini hanya bisa untuk membeli MBAP. Jika saya sudah memiliki modal yang cukup, seperti ini rencana portofolio saya.


Kenapa saya memilih 4 saham tersebut? Karena saham tersebut memang sudah saya analisa dan yakin untuk dimasukkan ke dalam portofolio saya. Bisa dicek artikel analisa fundamental dari masing-masing saham tersebut di blog ini. Hasil dari masing-masing analisa fundamental keempat saham tersebut memang bagus dan meyakinkan.

Kenapa cuma punya 4 saham aja? Selain karena modal saya yang kecil, saya hanya ingin pegang 4 saham karena untuk saat ini hanya 4 saham tersebut yang benar-benar saya yakini dan nyaman untuk dipegang. Sebenarnya banyak saham-saham yang juga saya pantau dan ingin saya beli. Tapi saya ingin benar-benar disiplin hanya membeli saham yang saya yakini saja dan akan saya pegang erat. Kalau masih ragu saya tidak ingin membeli saham tersebut. Disiplin memang sulit, tapi untuk sukses memang perlu kedisiplinan yang konsisten.

Tahun pertama investasi ini memang memberikan keuntungan besar untuk saya. Tapi perjalanan masih panjang. Bukti kesuksesan berinvestasi bukan hanya diukur dari kinerja satu atau dua tahun. Tapi minimal 10 tahun. Jika dalam 10 tahun portofolio saya bisa tumbuh lebih dari 20% per tahun maka itu merupakan sebuah pencapaian yang memuaskan. Pertumbuhan yang tinggi memang bagus. Tapi kunci dari kesuksesan yang berkelanjutan adalah konsistensi.


Selain itu, satu tahun pertama ini saya masih belum cukup disiplin dan masih banyak kesalahan. Masih banyak yang harus dipelajari dan diperbaiki. Target saya tahun ini adalah ingin benar-benar menerapkan prinsip Value Investing secara total. Saya harus membaca lagi buku The Intelligent Investor, memahaminya dan mempraktikkannya dengan benar. Dan yang paling penting, saya harus bisa membeli saham lalu tidur nyenyak.

Mungkin cukup sekian artikel kali ini. Semoga target yang saya inginkan bisa tercapai. Semoga kita semua bisa menjadi investor yang sukses. Amiin.

Terima kasih.

13 comments:

  1. Kinerja yang sangat bagus....untuk leverage cari investor, orang terdekat dulu aja keuntungan dibagi bisa 20% untuk anda pertahun, hanya saran karena saya melakukkannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya bener pak. Makasih atas sarannya. Saya juga sempet muncul ide itu untuk ngajak orang terdekat buat investasi. Cuma saya saat ini masih coba perkenalkan dulu tentang pasar modal ke orang-orang terdekat. Soalnya masih belum benar-benar paham dan yakin tentang pasar modal. Nanti kalo misal mereka sudah yakin baru saya ajak untuk investasi.

      Delete
  2. Boleh share spreadsheet dan metodenya yang biasa digunakan di artikel analisa fundamental? Sukses terus Panji

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh pak nanti saya share. Tapi spreadsheet saya dasarnya dari blog parahita.wordpress.com coba cek ke situ. Hanya saya modif lagi ditambahkan beberapa hal. Metodenya yang saya pakai ya metode value investing. Beli saham yang bagus di harga yang murah.

      Delete
    2. Wah jebolan blog nya pak parahita juga ya sayang beliau sdh ga aktif menulis hehe

      Delete
    3. Iya tapi beliau masih aktif dan kebetulan saya ikut satu grup saham di WA dengan beliau. Jadi beliau masih sharing2 lewat grup WA tsb.

      Delete
    4. grup WAnya open buat umum gak mas ? boleh dong gabung ����

      Delete
    5. buat umum tapi udah penuh grupnya

      Delete
  3. Mantab Mas Panji n salam kenal...
    saya juga masih belajar nih utk jadi value investor
    saya juga punya MBAP walau kecil n monitor EKAD kalo ada koreksi

    KBLI dulu pernah punya namun udah kejual, kurang sabar n timing nya salah jadi cuan nya ngga banyak..

    Btw Thanks atas blog nyah nih..saya jadi makin banyak masukan

    Best Regards,
    Manto

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Pak Anto. Iya kita sama-sama masih belajar.
      Ya semoga saham yang dipegang bisa memberikan hasil yang memuaskan. Amiin.
      Emang kuncinya itu harus sabar. Sabar itu sulit tapi pasti bisa. Kalo udah analisa secara mendalam dan benar-benar paham bisnisnya, kita bisa sabar megang sahamnya. Kalo timing sih saya ga begitu tekankan, yang penting beli pas harga sahamnya relatif lebih murah dari harg wajarnya.

      Sama-sama pak. Saya juga senang kalo blog ini bisa bermanfaat untuk bapak dan pembaca lainnya.

      Delete
    2. Mas Panji,
      saya juga sedang belajar siklus ekonomi juga nih...saya perhatikan LKH juga sering membeli perusahaan2 bagus saat siklusnya down turn seperti PTRO & MBSS
      Saat ini saya perhatikan sektor Properti masih di bawah & Poultry masih tertekan karena pembatasan impor jagung
      saya sedang mencicil ASRI, MDLN, BKSL, JPFA & MAIN
      bagaimana menurut pandangan Mas Panji..:)

      Thanks n Regards,
      Manto Sim

      Delete
    3. Saya juga masih belajar kalo soal siklus pak. Saat ini sih emang momentum yg bagus untuk masuk di saham properti karena lagi lesu dan banyak saham yang undervalued. ASRI dan MDLN juga bagus itu. Tapi saya masih cari-cari lagi mana saham properti yang bagus. Kalo poultry saya belum perhatikan, tapi dari segi produknya bagus semua.

      Delete

Powered by Blogger.