Header Ads

Semua Hasil Perbuatan Tergantung dari Niat

Photo by Parth Vyas on Unsplash
Kita pasti sudah sering mendengar bahwa semua hasil perbuatan itu tergantung dari niat. Bagaimana kita berniat dalam melakukan sesuatu, maka hasil yang kita dapatkan akan sesuai dengan apa yang kita niatkan. Dalam hal apapun, penting untuk menentukan seperti apa niat kita sebelum melakukan sesuatu agar hasil yang didapatkan akan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Ketika kita duduk di bangku sekolah, kita mempunyai niat masing - masing dalam diri kita. Untuk apa kita sekolah? Seharusnya kita datang ke sekolah untuk belajar. Namun terkadang kita juga merasa malas untuk datang ke sekolah. Atau kita datang ke sekolah bukan berniat untuk belajar, tetapi hanya ingin bertemu dan bermain dengan teman sekolah. Dan hasilnya bisa kita lihat, orang yang berniat sungguh - sungguh datang ke sekolah karena ingin belajar, biasanya dia yang menduduki peringkat atas di kelasnya.

Itu salah satu contoh niat. Kita membutuhkan niat yang baik dalam berinvestasi karena niat dalam berinvestasi itu penting. Untuk apa sih kita berinvestasi? Dan mengapa kita memilih saham sebagai alat investasi kita? Karena masing - masing investor punya niat dan tujuan yang berbeda - beda dalam berinvestasi. Untuk yang masih muda, mungkin berniat suatu saat ingin menikmati pensiun di usia muda dari hasil investasi. Untuk yang sudah menikah dan punya anak, mungkin ingin membiayai sekolah dan kuliah anak - anaknya. Untuk yang sudah tua mungkin ingin meninggalkan harta warisan dalam bentuk investasi.

Ingin untung besar dan instan
Terkadang orang yang baru tau dunia investasi, atau dunia bisnis secara umum, memandang bahwa bisnis dan investasi adalah bidang yang dapat menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Tak jarang pula kita temukan orang yang berambisi ingin mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dalam waktu singkat. Padahal tidak semudah itu jika ingin membangun bisnis dan investasi. Mungkin beberapa orang bisa meraih kesuksesan besar dalam waktu singkat. Tetapi itu hanya beberapa dari sekian juta orang. Itu pun mereka mendapatkan kesuksesan besar karena ide, kerja keras, dan keberuntungan mereka yang memang luar biasa, seperti misalnya Mark Zuckerberg yang sukses melalui Facebook atau Jeff Bezos dengan Amazon miliknya. Mereka adalah orang - orang yang memang sangat unik dan beruntung. Jadi sangat kecil kemungkinannya bisa mengikuti jejak mereka.


Dalam dunia investasi saham, terkadang kita melihat sebuah saham harganya naik sangat tajam, dan beberapa orang mengaku mereka ikut mengambil untung besar dari kenaikan tajam tersebut. Cerita tersebut tersebar dan diketahui oleh banyak orang. Dan beberapa investor yang baru mulai berinvestasi saham berniat dan berambisi ingin mendapatkan keuntungan sebesar - besarnya dalam waktu singkat. Lalu apa yang terjadi? Mereka berlomba - lomba mencari saham yang diprediksi akan naik tajam. Apabila seseorang mengatakan,"Saham X bakal naik nih besok", mereka ikut membeli saham tersebut tanpa melakukan analisa lebih lanjut. Lalu ternyata saham X malah anjlok harganya. Bukan mendapatkan keuntungan besar, malah mendapatkan kerugian besar.

Itu hanya contoh buruk yang bisa terjadi dalam berinvestasi apabila kita memiliki niat dan ambisi yang tidak tepat. Lalu bagaimana niat yang seharusnya kita tanamkan dalam berinvestasi?

Mencari pertumbuhan modal



Yang kita cari dalam berinvestasi bukanlah sebuah keuntungan besar dalam waktu singkat. Tetapi kita berusaha untuk mencari pertumbuhan modal yang tinggi namun logis dan mempertahankan modal kita. Seperti yang dikatakan oleh Warren Buffet,"Peraturan nomor 1 : jangan pernah hilangkan uang anda. Peraturan nomor 2 : jangan pernah lupakan aturan nomor 1". Pertumbuhan yang tinggi namun logis dalah berinvestasi adalah sekitar 15% - 30% per tahun. 30% itu termasuk pertumbuhan yang sangat tinggi. Warren Buffet saja dengan pertumbuhan modal 20% per tahun sudah menjadikan dia orang terkaya dan paling sukses dalam investasi saham. Setidaknya pasang saja target pertumbuhan minimal 15% per tahun atau setidaknya lebih tinggi dari bunga deposito. Tidak perlu berangan - angan ingin mendapatkan keuntungan ratusan persen dari sebuah saham dalam waktu singkat. Keuntungan 150% saya dari saham IBST pun hanya sebuah kejadian yang sangat jarang terjadi. Pasang saja target yang logis dan jalani prosesnya dengan baik.

Dengan berniat dan memasang target yang logis, kita juga akan menjalani proses secara logis pula dan hasilnya pun akan memuaskan. Beda halnya apabila kita menginginkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Tidak logis dan ingin instan, maka kita juga akan menjalani proses secara tidak logis dan tergesa - gesa. Padahal dalam berinvestasi saham itu yang terpenting adalah memahami dan meyakini dengan penuh setiap keputusan investasi yang kita buat. Karena seperti yang dikatakan Warren Buffet,"Risiko datang dari tidak tahu apa yang anda lakukan".


Walaupun memang karakter orang berbeda - beda. Beberapa orang memang memiliki karakter yang tidak sabaran dan ingin dapat hasil cepat. Tapi jika ingin sukses dalam berinvestasi saham. Salah satu kunci dasarya ya seperti itu. Tentukan niat yang baik dan logis seperti yang dikatakan sebelumnya. Kalo memang itu sudah karakter yang tidak bisa diubah lagi, maka mungkin orang tersebut tidak cocok untuk menjadi investor.

Seperti itu untuk artikel kali ini. Mari kita berniat untuk mencari pertumbuhan modal. Mari menjadi investor yang rasional. Semoga kita sukses mendapatkan pertumbuhan modal tinggi dan konsisten. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Terima kasih.

No comments

Powered by Blogger.