Header Ads

Pengalaman KKN : Hidup Bermasyarakat

Woow. Saya baru saja selesai KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa. 35 hari KKN di desa, keluar dari rutinitas sehari - hari dan belajar, bekerja, dan bergaul dengan warga masyarakat desa. Pengalaman yang menyenangkan dan penuh dengan wawasan baru. Saya mendapatkan banyak pelajaran yang berharga dan ingin saya rangkum lewat tulisan ini. Mungkin kalau diceritakan satu per satu bakal terlalu panjang. Jadi, saya akan menyampaikan beberapa poin penting yang saya dapatkan. Apa ada hubungannya dengan dunia investasi? simak saja lah pokoknya ya.


Strategi investasi yang ampuh
Jika anda berfikir bahwa tinggal di desa itu ga enak dan susah. Mungkin ada benarnya. Tetapi kenyamanan yang saya rasakan ketika tinggal di desa sangat berbeda daripada di kota. Memang di kota itu lengkap, mau cari apa saja ada. Apalagi Jakarta yang merupakan pusat bisnis dan pemerintahan. Tapi ada sesuatu yang tidak bisa didapatkan di kota. Yaitu rasa persatuan dan gotong royong. Secara umum memang dimana - mana harus ada rasa persatuan dan gotong royong. Tetapi hal tersebut dapat kita rasakan di desa secara utuh. Warga desa bersatu dan gotong royong bekerja sama untuk satu tujuan.

Pastinya kita juga bisa merasakan bagaimana suasana kota dengan hiruk pikuknya yang terasa semrawut. Berbeda dengan di desa. Sering kita jumpai orang - orang di kota yang mind your own business alias acuh tak acuh. Semua orang berusaha mencari uang dan memenuhi ambisi dan terkadang lupa dengan lingkungan sekitarnya. Apalagi yang tinggalnya di apartemen. Ya, rasa persatuan dan gotong royong yang utuh hanya bisa ditemukan di desa. Selain itu, pastinya kita sudah paham bagaimana perbedaan antara kota dan desa dari segi lingkungan. Udara sejuk dan pemandangan gunung, sawah, dan hutan itu ya hanya ada di desa. Tentu sebagai investor, kita adalah sleeping partner perusahaan bukan? Nah tempat yang cocok untuk berfikir dan mencari inspirasi sekaligus istirahat itu ya di desa. Tidak usah memantau harga saham setiap hari. Pilih beberapa saham unggulan anda, lalu hidup tenang di desa.


Ini rencana strategi investasi yang ingin saya lakukan (jika sudah memiliki modal besar): analisa dan cari saham yang bagus dan murah, lalu tinggal lah di desa dan membangun desa. Beberapa tahun kemudian anda akan melihat portofolio anda bertumbuh tinggi. Gunakan sebagian keuntungan tersebut untuk membangun desa dan sebagian keuntungan lainnya diinvestasikan kembali. Evaluasi porto anda, cari lagi saham yang bagus dan murah. Lalu anda mendapatkan keuntungan lagi setelah beberapa tahun. Terus seperti itu.. Apakah strategi tersebut bisa berhasil? Setidaknya itu yang saya alami pada saat KKN. Selama KKN saya tidak memantau Mr. Market dan ketinggalan berita. Lalu, ternyata saham IBST naik tajam 150%. Dan porto saya bertumbuh 41% sejak awal tahun sampai sekarang. Sebuah pertumbuhan yang fantastis jauh di atas rata - rata. Saya juga tidak menyangka IBST bakal naik secepat itu. Detail tentang cerita porto saya akan saya ceritakan di lain artikel.

Berapa banyak yang kita berikan
Ada satu pelajaran penting yang benar - benar menjadi kunci dalam hidup, termasuk kunci dalam investasi. Yaitu, banyaknya rejeki itu bukan ditentukan dari berapa banyak yang kita dapatkan, tetapi berapa banyak yang kita berikan. Kebanyakan orang berusaha keras untuk meningkatkan apa yang mereka dapatkan. Ketika sudah mendapatkan banyak, rasanya juga masih kurang. Lalu mereka mencari lebih banyak lagi dan lagi. Hingga pada suatu titik, beberapa orang melakukan cara yang buruk seperti korupsi untuk mendapatkan lebih banyak lagi.

Kalo dipikir - pikir, untuk apa mendapatkan lebih dan lebih kalo kebutuhan kita sudah tercukupi? Ya, itu memang sifat dasar manusia yang cenderung rakus. Gaji pejabat yang tinggi itu saya rasa sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan, bahkan juga sudah cukup untuk memenuhi apa yang diinginkan. Jauh berbeda dengan kondisi saya yang sekarang. Saya berusaha untuk berhemat, sehemat - hematnya untuk memenuhi kebutuhan. Dan alhamdulillah saya bisa ekstra hemat dan masih ada uang yang disisihkan untuk investasi. Saya pun masih termasuk beruntung, karena masih ada orang - orang yang lebih kurang mampu dibanding saya.


Yang saya temui di desa kurang lebih seperti itu. Ada orang yang lebih kurang mampu dibanding saya. Baik dari segi ilmu dan rejeki. Waktu itu saya menyampaikan salah satu program kami penyuluhan tentang pengelolaan keuangan kepada warga desa. Salah satuya mengatakan, "Kalo yang dikelola (uangnya) itu ga ada gimana?". Agak bingung juga saya menyikapi hal tersebut bagaimana. Memang masih ada orang di desa yang hidupnya sangat prihatin, sekolahnya hanya lulusan SD, berjuang mencari rejeki untuk mengisi perut. Ga cuma di desa, dimanapun di Indonesia masih banyak orang yang membutuhkan bantuan kita.

Makanya saya pikir, untuk apa kita mendapatkan lebih lebih dan lebih sementara masih banyak orang yang berusaha hanya untuk mengisi perut setiap hari? Tidak akan ada habisnya jika kita tidak puas ingin mendapatkan lebih dan lebih. Tapi dari apa yang kita dapatkan itu, kita harus berusaha memberikan kepada orang yang membutuhkan. Berikanlah sebanyak mungkin dengan ikhlas, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin. Bukankah itu yang kita inginkan? Kita mencari uang bukan hanya sekedar mencari uang, tapi kita juga mencari ketenangan dan kepuasan batin.


Bermanfaat untuk orang lain
Ada satu pelajaran penting lainnya yang saya dapatkan dari desa. Kepala Desa Paningkaban Pak Soekarmo mengatakan,"Orang yang sukses itu adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain". Ini juga ga jauh beda dari sebuah hadits yang berbunyi "Sebaik - baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain". Tentunya ini memang hal yang paling penting. Untuk apa kita bekerja keras kalo kita tidak memberikan manfaat untuk orang lain? Malah ada beberapa orang yang mengorbankan kepentingan rakyat untuk memuaskan hasrat dirinya sendiri.


Jelas kita tahu bahwa kita hidup sebagai makhluk sosial. Kita hidup bersama dan saling ketergantungan satu sama lain. Seperti yang dikatakan tadi bahwa kita ini mencari kepuasan batin bukan sekedar mencari uang. Maka memberikan manfaat bagi orang lain itu harus menjadi tujuan utama kita dalam hidup. Apapun yang kita lakukan, kita berusaha untuk memberikan manfaat untuk orang lain. Salah satu yang saya lakukan ya dengan menulis blog ini. Saya mungkin belum punya uang atau hal lain untuk dibagikan. Tapi saya punya sedikit ilmu yang ingin saya bagikan, sambil belajar saya ingin juga berbagi apa yang saya pelajari agar saya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Prinsip bisnis pun sebenarnya bertujuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Bisnis adalah usaha untuk menyediakan barang dan jasa kepada orang lain. Jadi, pada dasarnya bisnis itu untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Almarhum pendiri PT. Astra International, Tbk. yang akrab disapa Oom Willem juga mempunyai prinsip untuk bermanfaat bagi orang lain. Beliau berusaha membangun dan membesarkan Astra agar bermanfaat bagi orang lain. Prinsipnya seperti gambar dari buku Man of Honor di bawah ini.


Jadi, ketika kita berusaha menjadi bermanfaat bagi orang lain. Ujung - ujungnya kita juga merasakan timbal baiknya dari orang lain. Ga akan rugi kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Ga akn rugi kita memberikan lebih kepada orang lain. Justru semakin banyak kita memberi maka semakin banyak kita mendapatkan. Seperti itu prinsip yang pasti akan memberikan kita kebahagiaan.

Mungkin cukup sekian artikel kali ini. Seperti itulah inti yang saya dapatkan dari pengalaman KKN di desa. Secara langsung, tidak banyak pelajaran tentang investasi di artikel ini. Tapi saya lebih menekankan tentang pola pikir dan prinsip yang penting. Prinsip bermanfaat bagi orang lain itu penting untuk kita pegang. Dan juga ide strategi investasi dari saya boleh untuk dicoba.


Semoga bermanfaat. Seperti biasa, silahkan isi kolom komentar atau hubungi kontak saya untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, saran, kesan, dan pesan.

Terima kasih

No comments

Powered by Blogger.